0

Pengertian Scrum

Posted by Jujur Sitanggang on 5:02 AM
Apa itu Scrum
Scrum dalam satu kalimat
Menurut Scrum Guide, Scrum adalah sebuah kerangka kerja sederhana dimana orang-orang yang akan bekerja dapat menyelesaikan masalah-masalah kompleks dan dapat mengembangkan produk dengan nilai setinggi mungkin secara produktif dan kreatif.
Selayak pandang Scrum
Event dalam Scrum
Sprint
Scrum adalah sebuah kerangka kerja yang dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai waktu yang telah ditentukan ( deadline ), hingga produk yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan atau hingga proyek tidak didanai lagi. Perulangan, putaran atau iterasi ini memiliki batas waktu (time-box) selama 30 hari atau kurang. Dalam Scrum, putaran ini dinamakan Sprint.
Durasi dari Sprint selalu sama/konsisten sepanjang pengembangan produk berlangsung. Artinya apabila Tim Scrum telah sepakat untuk memilih durasi Sprint selama 2 minggu, maka sepanjang pengembangan produk panjangnya Sprint selalu konstan 2 minggu. Di akhir Sprint, Tim Pengembang harus menyelesaikan sebuah potongan produk (product increment) yang dapat digunakan oleh pengguna dan berpotensi untuk dirilis ke lingkungan produksi.
Sprint merupakan pembungkus untuk semua event lainnya dalam Scrum. Event-event lain dalam Scrum semuanya dilakukan didalam Sprint. Event-event Scrum antara lain adalah:
  • Sprint Planning
  • Pertemuan Harian Scrum
  • Sprint Review
  • Sprint Retrospective
Sprint Planning
Sprint Planning adalah seremoni untuk merencanakan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Tim Pengembang selama satu Sprint. Pada saat Sprint Planning dilakukan, Product Owner akan datang dengan Product Backlog yang sudah terurut. Sprint Planning terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas Product Backlog Item apa yang bisa dikerjakan sedangkan bagian kedua membahas bagaimana mengerjakannya. Hasil dari Sprint Planning adalah Sprint Backlog dan Sprint Goal.
Daily Scrum Meeting
Setiap hari hingga Sprint berakhir, Tim Pengembang akan bertemu di tempat dan waktu yang sama untuk membahas strategi mereka untuk mencapai obyektif yang telah disepakati di dalam Sprint Planning. Daily Scrum Meeting adalah sebuah kesempatan bagi Tim Pengembang untuk dapat menginspeksi dan mengadaptasikan hasil pekerjaan mereka hingga hari ini. Tim Pengembang yang baru menggunakan Scrum biasanya akan menjawab ketiga pertanyaan berikut:
  • Apa yang telah saya kontribusikan kemarin.
  • Apa yang akan saya kontribusikan hari ini.
  • Apa yang menghambat saya untuk menyelesaikan pekerjaan saya hingga hari ini.
Sprint Review
Di akhir Sprint, Tim Pengembang bersama Product Owner dan stakeholder akan menginspeksi potongan produk (product increment) yang telah dikembangkan selama satu Sprint. Pada saat Sprint Review, seluruh pihak termasuk Tim Pengembang, Product Owner beserta stakeholder membahas perencanaan dan strategi untuk Sprint berikutnya.
Retrospectives
Setelah Sprint Review berakhir, Tim Scrum akan langsung bertemu untuk membahas apa lagi yang dapat mereka improve di Sprint berikutnya di dalam sebuah event bernama Retrospectives. Ini adalah sarana continuous improvement untuk Tim Scrum. Tim Scrum yang selalu ingin improve, tidak akan melewatkan seremoni tanpa terkecuali.
Setelah Retrospectives selesai, Tim Scrum akan langsung melakukan Sprint Planning di keesokan harinya. Contoh: apabila Retrospectives diadakan di hari Jumat, maka Sprint Planning berikutnya diadakan di hari Senin.
Peran-peran dalam Scrum
Tim Scrum terdiri dari peran-peran yang bekerja sebagai satu kesatuan selama proses pengembangan produk. Peran-peran ini tidak ada hubungannya dengan jabatan di dalam struktur organisasi. Peran-peran dalam Scrum hanya terdiri dari:
  • Product Owner
  • Scrum Master
  • Tim Pengembang
Pihak-pihak yang ingin terlibat di dalam proses pengembangan produk terdistribusi di dalam peran-peran ini.
Product Owner
Product Owner adalah satu orang yang bertanggung-jawab terhadap suksesnya pengembangan produk. Product Owner yang bertanggung-jawab untuk memaksimalkan nilai dari produk yang dikembangkan. Product Owner memastikan Product Backlog selalu tersedia, terurut dan transparan untuk semua pihak.
Scrum Master
Scrum Master adalah seorang servant leader dalam Tim Scrum yang melayani Tim Scrum agar mereka dapat bekerja secara optimal menghasilkan produk yang bernilai tinggi.
Tim Pengembang
Tim Pengembang adalah semua pihak yang mengembangkan produk yang diminta oleh Product Owner. Tim Pengembang memiliki semua keahlian yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk utuh, yang tidak terbatas dari business analyst, software engineer, tester, technical writer, dsb.
Artefak-artefak dalam Scrum
Selain event dan peran, Scrum juga terdiri dari artefak-artefak. Artefak-artefak Scrum secara tidak langsung telah disebutkan diatas. Artefak-artefak dalam Scrum antara lain adalah:
  • Product Backlog
  • Sprint Backlog
  • Product Increment
Product Backlog
Product Backlog adalah daftar keinginan ( wishlist / desirement ) Product Owner untuk produk yang akan dikembangkan oleh Tim Pengembang. Product Backlog ini disiapkan dan diurutkan oleh Product Owner dan harus transparan bagi semua pihak.
Sprint Backlog
Sprint Backlog adalah sebagian dari Product Backlog yang telah disepakati oleh Product Owner dan Tim Pengembang untuk dikerjakan dalam satu Sprint berserta daftar cara pengerjaannya. Sprint Backlog dapat berupa daftar TODO yang sederhana.
Product Increment
Product Increment adalah potongan produk yang dikembangkan oleh Tim Pengembang dalam satu Sprint yang dapat digunakan oleh pengguna dan berpotensi untuk dirilis ke lingkungan produksi.
Scrum bukanlah
  • Sesuatu yang baru. Banyak yang beranggapan bahwa Scrum adalah sesuatu yang baru dan tidak popular. Walaupun hal ini mungkin benar untuk konteks Indonesia, namun sebenarnya Scrum telah beredar semenjak tahun 1993 dan sudah menjadi metode umum di negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan beberapa negara-negara di Eropa. Di Indonesia sendiri Scrum sendiri sudah banyak digunakan di perbankan, asuransi, multifinance, software house dan web startup company.
  • Metodologi manajemen proyek. Banyak yang menyamakan Scrum dengan metodologi lain seperti Waterfall ataupun Spiral, namun Scrum bukanlah sebuah metodologi. Scrum juga merupakan sebuah kerangka kerja yang berisi pola pikir dan kultur. Organisasi yang hanya menggunakan Scrum sebagai metodologi saja atau hanya di level mekanik saja justru tidak akan mendapatkan hasil yang sebanyak organisasi yang menjadikan Scrum sebagai sebuah pola pikir dan kultur.
  • Jawaban atas semua permasalahan proyek anda. Karena Scrum hanya sebuah kerangka kerja sederhana, Scrum mengharapkan organisasi yang menggunakannya untuk dapat mencari jawaban dan kekurangan yang tidak disebutkan dalam Scrum dengan kerangka kerja yang telah disediakan oleh Scrum. Bagi beberapa organisasi yang sudah lama terbiasa didikte oleh metodologi, hal ini akan sulit dicerna.
Scrum sederhana namun sulit untuk dikuasai
Walaupun Scrum terlihat sangat sederhana namun sudah banyak organisasi di Indonesia yang belum berhasil dalam mengimplementasikannya dan belum mendapatkan hasil positif dari Scrum. Hal ini dikarenakan Scrum merupakan sebuah pola pikir dan kultur yang baru. Tidak banyak organisasi yang dapat menerima kesederhanaan Scrum. Untuk dapat memahami pola pikir dan kultur yang baru, organisasi yang bersangkutan harus memiliki pemikiran terbuka untuk menerima pengajaran yang baru. Organisasi yang telah sukses mengimplementasikan Scrum dan telah mendapatkan hasil positif dari implementasi Scrum adalah organisasi-organisasi yang berpikiran terbuka dan berani mengambil resiko untuk meninggalkan pola pikir dan kultur yang lama.


0 Comments

Copyright Jujur Soaloon Sitangang Lipan All rights reserved. Theme by Sitanggang. | Bloggerized by Soalparna.